cerita seputar perselingkuhan
cinta itu indah, selingkuh lebih indah lagi

Mar
05

Dibawah ini adalah tulisan dari sebuah mailling list bernama Milis Nova yang disadur dari Majalah Intisari. Pembaca dengan membaca tulisan ini saya harapkan untuk mempertimbangkan apabila ada tanda – tanda terjadi perselingkuhan atau sudah terjadi selingkuh. Mari kita baca bersama-sama :

Rino (nama samaran), 43, terduduk lemas. Perselingkuhan istrinya membuat pria pekerja keras itu kaget, geram, tak percaya, kecewa, dan pasrah. Hancur sudah harapannya memiliki sebuah rumah tinggal.Luluh lantak juga upayanya menyisihkan gaji bulanan, selama sepuluh tahun terakhir. Semua gara-gara selingkuh, kuh, kuh!

Lima belas tahun lalu, Rino menikahi wanita yang dicintainya, sebut saja Tina (38) di Yogyakarta. Dua tahun kemudian, setelah anak pertama lahir, mereka pindah ke Jakarta. Mereka mengontrak sebuah rumah di kawasan Cileduk. Karena lingkungan rumah itu dirasa kurang sehat, dua tahun kemudian Rino memboyong keluarganya ke Kebonjeruk. Rumah mungil itu penuh pepohonan, sehingga hobi Rino bercocok tanam agak tersalurkan.

Malu lima tahun menjadi "kontraktor" alias pengontrak rumah, Rino dan Tina sepakat menyisihkan gaji bulanan untuk membeli rumah sendiri. Uang tabungan ini disimpan dalam rekening bank atas nama Tina. Rino pun minta izin pulang agak malam, untuk mencari "tambahan" penghasilan, membantu bisnis percetakan temannya di kawasan Kedoya.

Sepuluh tahun berlalu, Rino merasa, sudah waktunya mereka memiliki rumah sendiri. Apalagi tabungan di bank sudah cukup, harga properti pun sedang miring. Makanya, dia begitu sumringah ketika seorang teman kantor menawarkan sebuah rumah di daerah Srengseng, Jakarta Barat. Harganya pas di kantung, kondisi rumah plus lingkungannya oke punya.

Sore itu, dengan hati berbunga, Rino memarkir motor di teras rumah yang sudah dikontraknya 11 tahun. Tina yang sedang menyetrika, ditariknya ke dalam kamar. "Aku sudah menemukan rumah. Suasananya sejuk seperti di sini. Harganya pun terjangkau." Anehnya, air muka Tina berubah drastis. "Besok kita lihat ke sana. Aku sudah kasih persekot," bujuk Rino.

Makin aneh, Tina malah menangis. "Maaf, Mas," akhirnya dia bicara, "Uangnya sudah kupakai membantu perawatan bapak tempo hari, dan membantu kuliah Dik Anto dan Dik Wanti. Sisanya tinggal Rp 20 juta saja." Byar! Bagai tersambar petir, Rino langsung tak berdaya. Nyaris pingsan dia.

Kartu kredit bengkak

Kasus yang dijumput dari ruang praktik Dr. Sukiat, ahli psikologi klinis khinis yang juga konselor perkawinan ini, konon bisa digolongkan perselingkuhan. Lo, kok begitu? Ya, "Yang dimaksud berselingkuh adalah perbuatan yang dianggap menyimpang dari kesepakatan bersama, dan dilakukan tanpa sepengetahuan pihak lain," kata Sukiat meluruskan.

Psikolog yang pernah bikin geger dengan hasil penelitiannya di suatu majalah, bahwa dua dan tiga wanita Jakarta memiliki PIL (pria idaman lain) ini menyayangkan sikap Tina yang tidak berterus terang pada suaminya, tentang penggunaan uang tabungan itu. Jika sejak awal dibicarakan, tentunya Rino bisa memahami, sehingga ia tidak terlanjur memiliki angan-angan muluk tentang sebuah rumah masa depan.

Alhasil, sudah dua tahun terakhir ini pasutri yang dulu bahagia itu tak bertegur sapa. Susah payah Sukiat mendamaikan perang dingin itu. Menurut staf pengajar Fakultas Psikologi Universitas Indonesia ini, kasus sejenis cukup sering terjadi. Selain Rino-Tina, juga Rendy (nama palsu), 35, bernasib serupa. Staf pimpinan cabang sebuah bank yang pernah lolos likuidasi ini mempercayakan pengelolaan keuangan rumah tangga pada istrinya yang cantik, Meiske (bukan nama asli), 33, jebolan sekolah sekretaris.

Sejak pandangan pertama, Rendy memang tertarik pada kepandaian Meiske merawat penampilan. Walau anak mereka sudah dua orang, penampilan istninya itu tak beda jauh dengan saat masih gadis. Namun, manisnya cinta luntur perlahan oleh tagihan kartu kredit Meiske yang sejak setengah tahun ini grafiknya menanjak terus. Rasa cinta Rendy membuatnya tumpul di hadapan Meiske.

Buntutnya, Rendy meledak juga, ketika dua bulan terakhir itu tagihan kartu kredit melebihi gaji bulanannya. Berarti, ia harus berutang untuk menutupinya. Dari hasil "interogasi" terungkap, gaya hidup istrinya itu amat mahal. Biaya salon, sandang dan pangan, serta ongkos pergaulannya, biasa diatasi dengan menggesek kartu kredit. Belum lagaknya yang bak
nyonya besar saat di arisan. Suka memberi pinjaman, tapi gengsi menagih. Pantas saja Rendy kebobolan.

Yang paling menyakitkan hati Rendy banyak informasi dan sumber resmi dan terpercaya, sejak setahun belakangan ini Meiske memiliki PIL. Belum sebulan lalu, Rendy memutuskan bercerai, bukan karena ia merasa otot-ototnya kalah besar dengan pacar Meiske yang pelatih kebugaran itu, tapi ia merasa dikhianati dan dibobongi. Jika dimaafkan, di masa depan pasti Meiske akan mengulangi lagi dengan derajat perselingkuhan lebih canggih.

Kasus perselingkuhan, memang ibarat makanan basi. Walaupun dibungkus rapi, suatu saat akan mengeluarkan aroma tak sedap. Sumarni (63), misalnya. Selama 40 tahun mendampingi Broto, mantan karyawan salah satu maskapai penerbangan, seorang figur suami dan ayah ideal yang setia dan mencintai keluarga. Rumah tangga mereka membuahkan enam orang anak dan 11 cucu. Sayang, dua tahun lalu Broto meninggal dunia karena serangan jantung.

Suatu pagi, saat menyuapi cucu, seorang pemuda mengetuk pintu pagar.Karena mengonfirmasi alamat Pak Broto, ia dipersilakan masuk dan duduk di teras. Sumarni terheran-heran mendengar kisah si pemuda asal Malaysia yang mengaku telab bertahun-tahun mencari ayahnya. Ia yakin ayahnya masih hidup, meski sejak kecil ibu dan keluarganya bilang, sang ayah sudah meninggal. Si pemuda lantas mengeluarkan sebuah foto. Foto seorang ayah sedang menggendong bayi. Foto itu, ternyata, foto Broto!

Sumarni hampir pingsan. Tampaknya, ketika bertugas setahun di negeri jiran, suaminya yang baik hati itu berselingkuh, hingga punya anak. Untunglah, nenek bijak itu cepat menguasai diri. Ia bahkan mengantarkan anak tirinya itu berziarah ke makam Broto. Ketabahan hati yang dipuji oleh Sukiat. Meski ceritanya mungkin akan berbeda, jika Broto masih hidup.

Banyak jalan selingkuh

Tak dipungkiri oleh Sukiat, ketika tahu pasangannya selingkuh, umumnya reaksi suami atau istri pasti frustasi atau kecewa berat.
Sebab, harapan agar pasangan selalu komit terhadap kesepakatan bersama, ternyata dilanggar. Rata-rata mereka yang tersakiti akan bertingkah laku agresif. Artinya, menyatakan kekecewaan dengan menyerang dan menyakiti fisik atau perasaan orang lain, baik secara verbal maupun nonverbal.

Tingkah laku agresif verbal misalnya mengucapkan kata-kata yang langsung menyakiti atau lewat sindiran-sindiran pedas. Sementara tingkah laku nonverbal antara lain berbentuk penyerangan fisik, ngambek, mogok bicara, mogok berfungsi sebagai istri atan suami, dan sejenisnya.

Selain itu, orang yang frustasi bisa menampilkan tingkah laku blocking dalam bentuk depresi atau murung, sedih yang berkepanjangan. Yang jarang terjadi, "Si pasangan bertingkah laku adaptif rasional, yaitu tanpa emosi negatif yang berlebihan seperti marah, murung, jengkel, dan lain-lain. Ia berusaha memahami mengapa pasangannya melakukan perselingkuhan. Lalu mencari alternatif pemecahannya," terang Sukiat, sembari mencontohkan reaksi positif Sumarni. Sedangkan pihak yang berselingkuh, setelah perbuatannya diketahui pasangan, biasanya langsung bereaksi defensif. Pertama-tama ia akan
dengan keras tidak mengakui perbuatannya. Dengan berbagai dalih mempertahankan diri, tak mungkin dirinya berselingkuh. Namun, setelah disajikan bukti-bukti nyata, ia akan menyerang balik dengan menyalahkan pasangannya sebagai penyebab perselingkuhan. Misalnya, menyalahkan sikap dan perbuatan pasangannya yang begini dan begitu.

Bila suami yang berselingkuh, menurut Sukiat, ia akan kebingungan dan stres berkepanjangan. Hal ini karena rasa tanggungjawabnya. "Ia tak bisa meninggalkan istri dan anak-anaknya, juga sulit melepas WIL- nya. Kecuali salah satu dari mereka, istrinya atau WIL-nya, ngotot untuk berpisah." Sebaliknya, bila istri yang berselingkuh, ada yang
sampai tega meninggalkan keluarganya.

"Hal ini dapat dipahami, karena dalam hal bercinta, perempuan menganut penyerahan total," kata Sukiat. Meski dia juga mengakui, ada pula pihak istri peselingkuh yang kembali pada suami dan anak- anaknya.

Omong-omong, bagaimana sebenarnya perselingkuhan bisa terjadi?

Berdasarkan pengalaman praktik Dr. Sukiat, umumnya suami berselingkuh ketika istri mulai "tidak nyambung" lagi ketika diajak
bicara, baik dalam topik pembicaraan maupun wawasannya. Dengan kata lain, tidak dialogis lagi. Bisa juga lantaran si istri hilang respek terhadap suami, sehingga cenderung menyalahkan, menuntut, bahkan merendahkan suami.

Selingkuh bisa pula terpacu oleh keinginan advonturir seks, atau ada masalah dalam kehidupan seksualnya dengan istri, yang tidak diungkapkan. Sebaliknya, tandas Sukiat, istri berselingkuh umumnya bukan karena seks sebagai faktor utama, melainkan karena kesepian secara batiniah. Maksudnya, "Suami kurang peduli, kurang perhatian, kurang mengasihi yang ditunjukkan secara nyata, kurang mengayomi, dan tidak ada lagi hal-hal yang perlu dikagumi pada diri suami."

Lalu, bagaimana cara mengatasinya?

Pertama-tama, masing-masing pihak harus mengelola emosinya. Dalam keadaan emosi tinggi, bukannya penyelesaian yang akan terjadi, melainkan pertengkaran yang tambah meruncing. "Bila emosi dalam keadaan rendah, masing-masing pihak akan sabar dan mau mendengar secara utuh serta memahami pihak lain. Masing-masing juga mau mengungkapkan pendapat serta perasaannya tanpa menyakiti hati pihak lain," jelas Sukiat.

Setelah memahami pihak lain, selanjutnya ditinjau ulang pemahaman tentang tujuan berkeluarga. Apabila tujuannya sama, misalnya membesarkan dan mendidik anak untuk menjadi manusia dewasa yang berguna, barulah didiskusikan berbagai alternatif jalan keluar dari permasalahan itu. "Satu hal yang perlu diperhatikan, jagalah kesabaran. Perubahan tidak akan terjadi seperti membalikkan telapak tangan. Bisa terjadi sebulan, berbulan-bulan, bahkan mungkin bertahun atau berpuluh tahun."

Berdasarkan pengalaman, setelah jalan keluar ditemukan, pihak yang diselingkuhi biasanya menuntut terjadi perubahan dengan cepat dan segera. Padahal, sikap itu akan membuat masalah kembali ke titik nol. Jadi, "Sikap sabar akan sangat, sangat membantu," tutup Dr. Sukiat. (Dharnoto/Intisari)

Mar
05

Sore ini saya diundang teman saya di Hotel JW Marriot Surabaya di Jalam Embong Malang.Sudah hampir 5 tahun saya tidak ketemu dengan dia. Dia sosok lelaki yang tinggi besar, wajah ganteng dan kulit putih bersih. Tingkah lakunya kayak seorang perwira TNI maklum dia pernah sempat mengenyam pendidikan di AKABRI meski akhirnya drop-out karena tidak kuat terhadap seringnya hukuman yang dia timpah. Dipenghujung usianya yang 30 tahunan, dia masih tetap saja menjomblo. Aku tahu bahwa selera dia terhadap wanita sangat tinggi.

Kita ngobrol – ngobrol di Lobi Hotel sambil cerita-cerita masa lalu yang sering dihabiskan di Kota Yogyakarta dan Bandung. Disela ngobrol serombongan Pramugari salah satu perusahaan penerbangan swasta berdatangan memenuhi ruangan lobi hotel. Tak dipungkiri kita berdua akhirnya melirik dan mencuri pandang keberadaan wanita – wanita cantik ini. Suaranya sangat ramai sekali seperti di Pasar Tradisional hingga membikin perhatian orang sekelilingnya. Namun tiba – tiba juga muncul seorang lelaki gemuk dan hitam, wajah dengan akreditasi C dengan Pakaian yang mahal dan sepatu yang mengkilat bergandengan dengan Wanita yang sangat cantik sekali. Tampaknya semua orang di lobbi memperhatikan pasangan itu.

Temanku akhirnya melontarkan sebuah pertanyaan aneh kepada saya “mengapa lelaki kaya mudah sekali mengaet wanita cantik”. Ingat pertanyaan itu saya juga ingat kasusnya Angel Lelga dengan Arman Jagau yang ditayangkan begitu santernya semua Stasiun TV. Sebuah pertanyaan yang sederhana tetapi sulit untuk menjawabnya. Namun aku sadar bahwa itulah hukum alam. Jadi jawabnya juga sederhana sekali, “ya gitu deh”.

Saya beri pandangan masalah tersebut karena saya begitu teringat tentang sejarawan china yang bernama Sima Qiang yang hidup pada Dinasti Han, 2000 tahun yang lalu. Sima menulis tentang Penguasa Meng Chang yang ketika itu Raja Qi memecat Penguasa Meng Chang. Kebanyakan pengikutnya meninggalkannya. setelah pengangkatannya kembali, para pengikutnya ini bergegas kembali padanya. Dihadapan penasehatnya yang bernama Feng Huang, Penguasan Meng Cang begitu marah melihat kondisi tersebut, karena dianggap tidak setia terhadap atasanya. Namun Feng Huang memiliki pandangan lain. Dia menasehati begini :

Setiap makluk hidup di dunia ini akan mati. Itu adalah sesuatu yang harus dilalui semua makluk hidup, banyak orang yang ingin berteman dengan orang kaya dan terkenal. Orang miskin hanya punya sedikit teman, itu pasti. Pernahkan anda melihat bagaimana orang bergegas ke Pasar ? segera setelah fajar, mereka bergegas menuju pasar, tapi ketika senja, sekeras apapun anda mencoba mengundang mereka, tak seorangpun mau datang. Ini tidak berarti mereka suka fajar dan tidak suka senja, ini karena barang-barang yang mereka inginkan tidak ada di pasar ketika senja.

Nasehat ini sama kondisinya dengan mengapa lelaki harus sukses dan kaya untuk mendapatkan wanita cantik, karena memang hukum alam yang mengkondisinikan begitu. Untuk itu jangan terlalu sering dengarkan lagu dangdut yang mendayu-dayu, tentang kesetiaan cinta dengan makan sepiring berdua. Wanita akan lari ketika anda menjadi begitu miskin. Oleh karena itu nasehat saya jadilah lelaki sukses agar anda mendapatkan teman yang banyak dan kehidupan cinta yang indah.

Setujukah anda !!!

Mar
03

//static.flickr.com/102/276046998_de04ba0468_mChatting menjadi sarana yang sangat berguna untuk dipakai para penggila internet. Coba saja tengok di warnet-warnet yang ada, sebagaian bessar pasti melakukan chatting, baik dengan menggunakan IRC, Yahoo Mesengger, Google Talk, Jabber, ICQ dan banyak lagi. Komunitas di Indonesia rata – rata menggunakan Yahoo Mesengger dan IRC sebagai sarana chattingnya.

Dengan kemudahan akses untuk memperoleh teman ngobrol itulah, akhirnya media chatting di Internat menjadi alat yang sangat ampuh untuk menggaet lawan jenis untuk saling curhat, sharing atau berbagi cerita bahkan mungkin bisa digunakan sebagai sarana untuk saling mengajak untuk berbuat lebih jauh yakni janjian untuk dating alias kencan buta.

Di kantor saya berteman akrab dengan seorang konsultan sebagai akuntan di sebuah perusahaan akuntan terkenal. sebut saja namanya Kevin. Sejak berkenalan dengan dunia Chatting, dia sangat menggunakan alat ini untuk menyembuhkan rasa dahaga dia akan petualangan untuk mengejar cewek untuk diajak kencan yang berujung dengan sex. Wajahnya tampan dan putih dan tentu dia memiliki kemampuan sumber daya keuangannya. Dia pantang sekali dalam petualangannya melalui pelacuran, misalnya, karena tidak ada rasa deg-degan, gitu katanya. Berikut ini adalah penuturannya pengalaman dia tentang chatting untuk mendapatkan cewek yang mau diajak tidur sama dia.

Saya berkenalan dengan chatting ketika itu Tahun 2002 dari seorang rekan yang mau mendirikan warnet di Surabaya. Pertama menggunakan aplikasi tersebut langsung saja saya gunakan untuk berkenalan dengan wanita-wanita yang ada di daftar list channel. Ketika itu karena saya tinggal di Surabaya maka saya menggunakan Channel Surabaya. Setelah ngobrol dan berbagi cerita cukup lama dengan wanita – wanita di sana, obrolan saya langsung saya arahkan untuk saya ajak dating dengan rayuan kalau nanti saya jemput pakai mobil saya. Tentu saja saya memilik beberapa nick name yang menarik bagi saya misalnya rose_cantik, ce_kesepian dan semacam itu deh. Beberapa menolak dan sedikit sekali yang setuju diajak dating. Sedikit sekali berarti ada yang mau diajak. Untuk itu saya sangat exiceted untuk melanjutkan obrolan saya tersebut dengan bertukar nomor Hape. Kalau ngak salah waktu itu nicknamenya memakai nama Linda. Dia kerja disebuah perusahaan export-import di daerah Perak.

Dia mau saya ajak sore hari untuk jalan-jalan nonton bioskop di TP. Saya jemput dia disebuah pertigaan sesuai dengan instruksinya. Badannya cukup bagus dan wajahnya cukup lumayan. Sebelum ke TP terlebih dahulu saya ajak makan-makan di sebuah warung padang kesukaan saya. Ketika sampai di Cinema 21 di TP, saya lihat daftar film yang ditayangkan kurang menarik. Ngobrol kita sebenarnya kurang lancar selama didalam mobil, untuk itu ketika linda melihat sisi lain poster fim dibelakang saya, segera aku sms yang bunyinya "check in ajak yuk, gue yang traktir". Lama dia ngak jawab-jawab, dan saya pun tidak beranjak dari tempatku semula. Karena lama banget dia ngak jawab SMS akhirnya saya beranikan diri untuk mendatangi dia. "gimana, mau ngak" begitu pertanyaan singkat yang saya lontarkan ke dia. Dia mengangguk dan tersenyum. Dengan cepat akhirnya saya ajak dia ke sebuah hotel shorttime di daerah jalan Mayjen Sungkono.

Begitulah, dengan sarana chatting bisa dilakukan kencan muta yang berujung dengan sex. Menurut Kevin tidak semua cewek yang diajak kencan Buta yang dikenalnya melalui Chat bisa diajak Making Love. Pertama yang paling penting adalah komitmen kita ketika chatting. Apa yang kita mau ketika bertemu. Jangan lantas untuk memaksakan kehendak, begitu kilah dia.

Ada – ada saja deh !!!

Mar
03

//static.flickr.com/66/189075645_40ae740ec5_tEhmmm… Selingkuh apa nikmatnya ????, banyak orang langsung menjawab, "selangit bok!!!", tapi sebagian yang lain bersikap bijaksana..kalau bisa hindari deh daripada ujung-ujungnya nanti bukan kenikmatan tapi kerusakan yang didapat". Blog ini sengaja saya buat untuk mengungkapkan kisah – kisah selingkuh terutama kisah rumah tangga.

Saya terinspirasi dengan blonya jalan cinta yang mengisahkan kisah – kisah nyata seputar permasalahan cinta. Saya mendapatkan cerita-cerita yang menarik dari teman dan sejawat baik di kantor, maupun teman-teman kuliah dulu sehingga mungkin cukup berarti untuk dikisahkan dalam blog. Saya merasa berterima kasih apabila ada teman teman yang mau juga mengisahkan cerita cintanya. untuk itu kirim saja ke jalanselingkuh@yahoo.com. saya tunggu ya !!!

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.